Facebook
RSS

Utamakan Proses, Jauhi Mencontek.

-
Soenadjie

Di jaman sekarang yang segala sesuatunya menuntut serba cepat dan mudah, ditambah dengan adanya berbagai permasalahan hidup yang semakin kompleks dan  ditengah banyaknya rutinitas dan kesibukan yang ada membuat salah satu jalur yang dinamakan jalur instan menjadi laris manis untuk dinikmati oleh orang-orang. Mari kita mulai dari hal yang sederhana, yaitu makanan. Dulu, ketika orang ingin makan maka ada suatu proses yang harus dijalani terlebih dahulu sebelum menyantap makanan yang diinginkan. Entah itu dari menyiapkan segala macam racikan bumbu, mengolah bahan utama yang masih mentah, dan meramu bumbu dan bahan utama masakan menjadi satu hingga matang. Maka tidak heran, kalau makanan tradisional asli Indonesia yaitu rendang mendapatkan predikat makanan paling enak versi CNN dan memperoleh peringkat #1 dalam kategori “World's 50 most delicious foods”. Mari kita ambil analogi sederhana, rendang dalam proses pembuatannya memakan waktu berjam-jam lamanya, dan memang menghasilkan cita rasa yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Disitulah letak dari pentingnya sebuah proses, kita bisa ambil pelajaran dari proses pembuatan rendang tersebut.

            Ada yang mengatakan bahwa “sesuatu yang sulit untuk mendapatkannya maka akan sulit untuk kehilangannya” saya setuju dengan hal tersebut. Bayangkan ketika kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan sesuatu dan pada akhirnya kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka secara otomatis kita tidak akan rela untuk melepaskannya begitu saja, itulah yang mengakibatkan sesuatu yang kita dapatkan akan sulit untuk hilang. Sebuah proses juga dapat mendewasakan diri kita, namun itu juga harus kembali pada pribadi kita masing-masing. Di dunia ini ada yang kuat dan ada yang lemah, hal tersebut juga termasuk dalam diri kita, apakah kita ini orang yang kuat? Atau lemah? Maksud dari kuat atau lemah disini adalah kemampuan kita untuk bisa bertahan dalam sebuah proses yang sedang kita jalani. Jika kamu kuat, maka selamat kamu adalah seorang pemenang, dan apabila kamu lemah kamu adalah seorang pecundang.

            Sebagai contoh kasus, karena saya seorang mahasiswa, yaitu ketika masa-masa ujian semester tiba. Disitulah “keimanan” kita sedang diuji, sejauh mana kita menguasai materi perkuliahan yang telah diajarkan oleh dosen. Bagi orang yang mengabaikan sebuah proses dan hanya berorientasi pada hasil akhir sudah terlihat bagaimana kelakuannya. Mencontek adalah salah satu solusi brilian bagi mereka yang lemah dalam sebuah proses, apapun mereka lakukan untuk membuat contekan dengan sedemikian rupa supaya tidak tampak. Bagi orang yang mementingkan sebuah proses, maka dia akan selalu menjalani proses tersebut dengan baik. Mulai dengan memperhatikan kuliah yang diberikan oleh dosen, rajin dalam mengumpulkan tugas, sampai tidak inhal ketika praktikum, semua tahapan proses tersebut dilewati semuanya dengan baik dan dengan didorong oleh kesadaran dalam diri sendiri akan buruknya dampak yang dihasilkan oleh tindakan mencontek sebagai hasil dari budaya instan, maka apapun hasil yang diperoleh dari ujian tidak akan dipermasalahkan yang penting esensi dari materi yang diajarkan sudah dia dapat. Nilai itu hanyalah bonus dari sebuah proses.

            Memang terkadang dunia ini tidak adil, orang yang sukses dengan budaya instan akan selalu dihujani dengan berbagai macam pujian atau sanjungan. Tapi itu hanyalah pujian semu, dia telah melakukan sebuah kebohongan yang sangat besar dan dia tidak mendapatkan apa yang telah dia pelajari. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang mementingkan proses daripada hasil akhir. Formulanya yaitu, “Proses baik didukung dengan kemauan dan ketekunan yang serius maka akan mendapatkan hasil akhir yang baik pula”. Ingatlah hukum fisika dasar yaitu hukum aksi-reaksi, setiap aksi yang diberikan pasti akan mendapatkan reaksi yang sama besarnya dengan aksi yang diberikan, kurang lebih seperti itu.

            Yuk kita perbaiki diri kita, menjadi pribadi yang lebih baik lagi sob. Saya juga manusia biasa yang memang tidak pernah luput dari khilaf, mencontek saya juga pernah. Tapi, kita juga harus membuka mata kita bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku yang tidak pantas untuk dijadikan budaya, kita juga harus menyadari akan dampak yang dihasilkan dari mencontek itu akan membekas sampai tua apabila kita memelihara kebiasaan tersebut. Oleh sebab itu, dengan tulisan saya ini setidaknya yang sering mencontek, mari kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan itu. Pasti bisa kok. Kalau kamu nyontek yang pinter bukan kamu, tapi contekanmu. Apakah kamu bangga dengan nilai hasil contekan yang bukan murni dari skill kamu sendiri? Mari renungkan.


-Soenadjie-

       

5 Responses so far.

  1. Info yang berguna.... Nice share

  2. sebuah proses akan mengasah kematangan...
    post yg menarik dan memotivasi sekali bang...
    salam hangat selalu

  3. Admin says:

    Terimakasih atas komentarnya... :D
    menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

  4. keren sob... hasil yg bagus dilihat dari prosesny. proses yg instan hasilny pun akan instan.

    sippp... mntap!!! thanks dah berbagi sob. happy blogging^^

  5. Fazri says:

    ya terkadang saya merasa iri kalau hasil yang didapat dengan kemampuan sendiri lebih kecil dibandingkan nilai teman saya yang besar tapi dengan hasil mencontek. hahaha. tapi saya merasa puas karena hasil jeripayah sendiri.

Leave a Reply

    About Me?

    Soenadjie
    -Uraian Tidak Tersedia-
    Lihat profil lengkapku

    Followers

    Category List